KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda Kecamatan Mandau Talawang. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Kapuas menggelar Rapat Pembahasan Usulan Rencana Kegiatan dan Belanja (RKB) untuk penanganan banjir di Aula Kantor BPBD Kabupaten Kapuas, Selasa, 26 Agustus 2025.

Rapat penting ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo, Kepala BPBD Pangeran S. Pandiangan, serta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Agenda utama adalah merumuskan langkah penanganan darurat dan menyusun program tindak lanjut pascabanjir.

Wakil Bupati Dodo dalam arahannya menekankan perlunya kecepatan dan ketanggapan pemerintah daerah dalam merespons bencana. 

"Kita harus bergerak cepat dan tanggap," tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak terkait untuk terus berkoordinasi dan mengutamakan keselamatan para petugas di lapangan.

Fokus penanganan saat ini adalah pada dua desa yang paling parah terdampak, yaitu Desa Tumbang Manyarung dan Desa Jakatan Masaha. Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kapuas, tercatat sebanyak 210 kepala keluarga atau 719 jiwa terdampak banjir di dua desa tersebut.

Sebagai tindak lanjut, direncanakan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah akan meninjau langsung lokasi terdampak. Peninjauan ini penting untuk melihat kondisi riil di lapangan dan memastikan bantuan serta penanganan tepat sasaran.

Rapat ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Kapuas dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana. Diharapkan, dengan adanya RKB yang telah disiapkan, penanganan banjir bisa dilakukan secara efektif dan efisien, sehingga masyarakat terdampak bisa segera pulih dan kembali beraktivitas normal. (SABRIANOOR/H)