BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan penjualan 510 kupon beras dalam gerakan pangan murah dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
"Agar pelaksanaan berjalan lancar saya meminta dukungan setiap Kecamatan untuk mengerahkan masyarakatnya. Setiap kecamatan 30 kupon. Karena setelah dihitung 30 dari 17 Kecamatan itu kurang lebih 510 kupon kurang lebih 2,5 ton beras," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis, 28 Agustus 2025.
Dirinya mengikuti rapat secara virtual terkait persiapan gerakan pangan murah dalam rangka HUT Ke-80 RI di 7.285 kecamatan seluiruh Indonesia secara serentak.
Irawati mengatakan, gerakan pangan murah tersebut merupakan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Setiap kabupaten diinstruksikan untuk melaksanakan gerakan pangan murah di setiap kecamatan dengan menjual beras SPHP 8 ton. Namun ia menyampaikan sejumlah kendala untuk mencapai target tersebut, salah satunya keterbatasan waktu.
"Kegiatan ini dilaksanakan 30 Agustus 2025. Tetapi dalam hal ini, kita tidak bisa memaksakan karena persiapannya hanya satu hari. Paling tidak saya meminta camat melakukan sosialisasi secara masif," ujarnya.
Di sisi lain, bertepatan waktu tersebut, Pemkab Kotim telah mengagendakan pawai pembangunan jauh-jauh hari. Sehingga gerakan pangan murah akan tetap dilaksanakan di Taman Kota Sampit, dengan target penjualan 2,5 ton beras SPHP.
"Kita memang saat hari Sabtu itu ada pelaksanaan pawai yang nantinya kita tidak bisa memperkirakan apakah nanti berjalan sesuai harapan kita atau seperti apa. Karena masyarakat biasanya antusias menonton pawai. Sehingga saya meminta Camat mendukung kegiatan ini, 17 Kecamatan wajib membeli beras di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang selain mereka melaksanakan gerakan itu di wilayah masing-masing," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









