PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelestarian bahasa Bakumpai di Kabupaten Barito Selatan mendapat perhatian serius dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Tim Balai Bahasa yang terdiri dari Kambang, Lida Karyani, dan Kumpa, melakukan pemantauan dan evaluasi langsung ke sejumlah sekolah yang menjadi lokasi pengimbasan pembelajaran bahasa Bakumpai.

Kegiatan ini turut melibatkan Abdul Hamid, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, yang mendampingi tim dalam kunjungan ke lima sekolah: SDN 6 Buntok, SDN 1 Baru, SMPN 5 Dusun Selatan, SMPN Satap 4 Dusun Selatan, dan SDN 17 Buntok Seberang. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran bahasa Bakumpai diterapkan di kelas-kelas.

Para guru kelas di sekolah tersebut telah melaksanakan pengimbasan materi bahasa Bakumpai kepada siswa, berdasarkan modul dan metode yang dikembangkan oleh Guru Utama Revitalisasi Bahasa Bakumpai.

"Pembelajaran dilakukan secara kontekstual, dengan pendekatan yang mengintegrasikan budaya lokal dan praktik berbahasa sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap bahasa daerah," kata Kambang pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Dinas Pendidikan Barito Selatan menyambut baik program ini dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung revitalisasi bahasa Bakumpai.

"Pelestarian bahasa daerah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan identitas budaya lokal. Kami berharap program ini dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di masa mendatang," kata Abdul Hamid.

Tim Balai Bahasa mencatat bahwa antusiasme guru dan siswa menjadi modal utama dalam keberhasilan program revitalisasi. Selain itu, keterlibatan komunitas sekolah dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan program. Evaluasi yang dilakukan juga mencakup aspek efektivitas materi, metode pengajaran, dan kebutuhan pelatihan lanjutan.

Revitalisasi bahasa Bakumpai di Barito Selatan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antarinstansi dapat menghasilkan dampak positif dalam pelestarian budaya. Dengan dukungan yang terus mengalir, bahasa Bakumpai diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat dan pendidikan generasi muda. (TESTI PRISCILLA/H)