JAKARTA –

BORNEONEWS, Mataram - Pejabat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa tidak ada pengunjuk rasa yang diamankan terkait aksi demo di kawasan DPRD NTB pada Sabtu.

"Tidak ada (diamankan). Tadi hanya mengingatkan kembali, tidak boleh anarkis," kata Direktur Binmas Polda NTB Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso melalui pernyataan yang diterima di Mataram, Minggu.

Pernyataan Kombes Iman menjadi bantahan dari informasi yang beredar terkait adanya sejumlah pengunjuk rasa diamankan saat aksi yang mengakibatkan gedung DPRD NTB terbakar.

Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dari seluruh pihak yang terlibat, baik aparat, pengunjuk rasa maupun masyarakat.

Kombes Iman mempersilakan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib. Hindari anarkisme dan provokasi yang dapat memperkeruh situasi di lapangan.

Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa, kelompok masyarakat, dan pengemudi ojek online ini kali pertama berlangsung di Mapolda NTB, Kota Mataram.

Seribu lebih pengunjuk rasa menembus barikade pertahanan Mapolda NTB. Ruang lobi Mapolda NTB menjadi sasaran perusakan karena kecewa Kapolda NTB Irjen Pol. Rudi Gunawan tidak datang menemui massa aksi, melainkan diwakilkan Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho.

Aksi tersebut berhasil diredam aparat dan massa aksi melanjutkan penyampaian aspirasi di gedung DPRD NTB sekitar pukul 12.30 Wita.

Tidak lama berselang melaksanakan aksi di komplek parlemen yang berada di Jalan Udayana, Kota Mataram, gedung DPRD NTB dilalap si jago merah. Penyebab terbakar diduga datang dari massa aksi.

Aksi penjarahan barang-barang yang ada di gedung DPRD NTB dan Sekwan DPRD NTB juga menjadi incaran massa aksi. Aksi tersebut berakhir sekitar pukul 15.30 Wita.

ANTARA