PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Pokja Bunda PAUD Kobar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasar Penanganan Stunting bagi Guru PAUD Desa, Rabu, 3 September 2025.

Kegiatan ini diikuti 20 guru PAUD dari desa-desa yang menjadi lokus stunting tahun 2025. Bimtek berlangsung secara luring dan daring hingga 4 September 2025.

Kepala Disdikbud Kobar, Muhammad Alamsyah, menyampaikan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis sebagai pendidik sekaligus agen perubahan dalam upaya pencegahan stunting. 

"Guru berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua. Mereka bisa menjadi penyampai informasi penting mengenai pencegahan dan penanggulangan stunting,"ujarnya.

Alamsyah menambahkan, bimtek ini juga bertujuan memperkuat peran guru sebagai mitra orang tua dan masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam percepatan penurunan angka stunting di Kobar.

Sementara itu, Bunda PAUD Kobar, Atikaningsih Suyanto, menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi guru PAUD. Menurutnya, guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menangani anak agar mereka memperoleh layanan yang tepat.

“Guru perlu peka terhadap kebutuhan anak, mulai dari pola makan, pola asuh, hingga kebersihan lingkungan. Dengan begitu, mereka dapat memberikan stimulasi yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelas Atikaningsih Suyanto. 

Ia berharap seluruh peserta mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh agar memiliki pemahaman yang sama dalam mencegah stunting di wilayah masing-masing. “Mari bersama wujudkan generasi unggul menuju Indonesia hebat,” tegasnya. (NURITA/H)