BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak ratusan peserta dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Palangka Raya berkumpul dalam Temu Dewan Paroki yang berlangsung pada 4–7 September 2025 di Aula Magna, Palangka Raya.
Kegiatan ini mengusung tema “Menyamakan Persepsi tentang Dewan Paroki beserta Perannya dalam kehidupan Menggereja di Keuskupan Palangka Raya,” sebagai upaya memperkuat sinergi dan pemahaman bersama mengenai fungsi strategis Dewan Paroki dalam pelayanan umat.
Dalam sambutannya, Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr Aloysius M Sutrisnaatmaka, MSF, menekankan pentingnya spiritualitas dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Spiritualitas ini berkaitan dengan roh dan semangat pelayanan untuk umat,” kata Uskup.
Ia menjelaskan bahwa kata Spiritus memiliki makna mendalam: tiupan, aliran udara, hawa, nafas, nyawa, hidup, ilham, roh (Roh Kudus), jiwa, sukma, hati, sikap, perasaan, kesadaran diri, kebesaran hati, dan keberanian. Semua unsur ini menjadi fondasi dalam membangun pelayanan yang hidup dan berdaya.
Selama empat hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, refleksi, dan lokakarya yang membahas struktur, fungsi, dan dinamika Dewan Paroki dalam konteks pastoral Keuskupan. Para narasumber dari kalangan imam, akademisi, dan tokoh umat memberikan wawasan tentang bagaimana Dewan Paroki dapat menjadi motor penggerak kehidupan menggereja yang inklusif, partisipatif, dan berakar pada nilai-nilai Injil.
Uskup memberi pesan menggugah mengenai refleksi bersama mengenai Spiritualitas Pelayanan Injil. Dalam sambutannya Uskup mengajak peserta untuk memahami bahwa pelayanan sejati berpusat pada Allah Tritunggal: Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
“Intinya ialah Roh dan Semangat,” tegas Mgr Aloysius, seraya mengajak seluruh Dewan Paroki untuk tidak hanya menjadi pengelola kegiatan, tetapi juga pembawa semangat hidup rohani dalam komunitas umat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat relasi antarparoki, memperkuat rasa kebersamaan, dan membangun komitmen kolektif untuk menghadirkan Gereja yang relevan dan transformatif di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)









