BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, menjalin kerja sama strategis dengan RSUD Tamiang Layang terkait pengelolaan limbah medis dan pelaksanaan program rehabilitasi narkoba bagi warga binaan.
Kesepakatan ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di RSUD Tamiang Layang, Kamis, 11 September 2025.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, dan Direktur RSUD, Vinny Safari, disaksikan jajaran dari kedua instansi.
Kerja sama tersebut menandai sinergi baru dalam upaya peningkatan layanan kesehatan sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan, Agung Novarianto, menegaskan bahwa program rehabilitasi narkoba yang dijalankan bersama RSUD tidak hanya sebatas penanganan medis, tetapi juga mencakup pendampingan konseling.
“Melalui program ini, kami berharap dapat memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Ketika warga binaan bebas nanti, mereka tidak lagi kembali menggunakan zat adiktif, bahkan bisa berhenti sepenuhnya,” ujarnya.
Selain itu, Agung menambahkan bahwa pengelolaan limbah medis juga menjadi fokus utama dalam kerja sama ini. Hal tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan aman, baik bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.
“Kami ingin memastikan seluruh limbah medis yang dihasilkan dapat dikelola sesuai standar kesehatan dan keselamatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari, menyambut positif sinergi tersebut. Ia menilai kerja sama antara kedua lembaga merupakan langkah nyata dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya warga binaan yang memerlukan rehabilitasi.
“Kerja sama ini merupakan momentum penting membangun sinergi, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga binaan, tetapi juga masyarakat luas,” ucapnya.
Dengan adanya PKS ini, diharapkan program rehabilitasi narkoba di Rutan Tamiang Layang dapat berjalan lebih efektif, sementara pengelolaan limbah medis semakin tertata.
Sinergi kedua institusi ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan layanan kesehatan yang optimal, lingkungan yang lebih sehat, serta mendukung upaya pemasyarakatan yang humanis. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









