PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah selama Juli 2025 menunjukkan pola konsentrasi yang kuat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, lebih dari separuh penumpang udara di provinsi ini memilih Bandara Tjilik Riwut sebagai titik keberangkatan dan kedatangan.

“Sebanyak 50,86 persen dari total penumpang udara di Kalteng terpusat di Palangka Raya,” kata Agnes pada Sabtu, 13 September 2025.

Dari total 138.515 penumpang yang tercatat selama Juli, Bandara Tjilik Riwut melayani 70.454 orang, terdiri dari 35.396 penumpang datang dan 35.058 penumpang berangkat. Angka ini jauh melampaui bandara lainnya, seperti Bandara Iskandar di Pangkalan Bun yang melayani 49.759 penumpang sebesar 35,92 persen, Bandara H. Asan di Kotawaringin Timur dengan 13.218 penumpang sebesar 9,54 persen, dan bandara lainnya yang hanya menyumbang 3,68 persen.

Agnes menjelaskan bahwa dominasi Bandara Tjilik Riwut tidak hanya mencerminkan status Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga menunjukkan peran strategisnya dalam mobilitas masyarakat.

“Sebagai pusat pemerintahan dan pendidikan, Palangka Raya menjadi magnet perjalanan udara, baik untuk urusan dinas, studi, maupun kunjungan keluarga,” katanya.

Konsentrasi penumpang ini juga berdampak pada frekuensi penerbangan. Bandara Tjilik Riwut menjadi titik dengan aktivitas penerbangan tertinggi, seiring dengan peningkatan jumlah penumpang datang yang naik 17,94 persen dan penumpang berangkat yang naik 1,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan penumpang lebih banyak berasal dari arus kedatangan ke Palangka Raya.

Selain itu, arus barang melalui angkutan udara juga terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut, dengan volume mencapai 1.911 ton atau 73,08 persen dari total distribusi barang udara di Kalimantan Tengah.

“Konsentrasi ini memperkuat posisi Palangka Raya sebagai simpul logistik dan mobilitas udara di wilayah tengah Kalimantan,” tambah Agnes.

Dengan tren konsentrasi penumpang dan barang yang terus meningkat, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat infrastruktur dan layanan di Bandara Tjilik Riwut. Langkah ini penting untuk menjaga kenyamanan penumpang, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)