BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Teguh Jaya Permana, menjadi narasumber dalam seminar tentang Bank Sampah yang diadakan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR).
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan civitas akademika UPR tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Dalam seminar tersebut, Teguh Jaya Permana menjelaskan tentang konsep Bank Sampah sebagai salah satu solusi inovatif dalam pengelolaan sampah.
Bank Sampah merupakan sistem pengumpulan sampah yang terpilah dari masyarakat, yang kemudian disetorkan ke Bank Sampah dan ditukar dengan uang atau barang yang bernilai ekonomis.
"Bank Sampah ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, Bank Sampah juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujar Teguh, Selasa, 16 September 2025.
Teguh juga memaparkan tentang manfaat Bank Sampah bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dari segi lingkungan, Bank Sampah dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah.
Dari segi ekonomi, Bank Sampah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari segi sosial, Bank Sampah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Seminar ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa dan dosen FMIPA UPR. Banyak peserta yang antusias bertanya tentang teknis pendirian dan pengelolaan Bank Sampah. Teguh berharap, melalui seminar ini, mahasiswa dan civitas akademika UPR dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya.
"Kami berharap, setelah mengikuti seminar ini, mahasiswa dan dosen FMIPA UPR dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan dapat menerapkan konsep Bank Sampah di lingkungan kampus maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing," pungkas Teguh. (PATHUR/H)









