SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian, memastikan bahwa alur Sungai Mentaya saat ini masih aman untuk kegiatan kepelabuhanan. Namun, ia menekankan pentingnya pengerukan sungai untuk keberlangsungan pelayanan di masa depan.

"Kegiatan kepelabuhanan yang sampai saat ini masih bisa, seluruh kapal-kapal yang melintas hingga sampai saat ini masih bisa melayani dan  transportasi lautnya itu masih bergerak aman dan nyaman," ujar Hotman Siagian, Kamis, 18 September 2025.

Ia menambahkan bahwa KSOP terus berupaya menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran dengan bersinergi bersama seluruh stakeholder terkait dan pemerintah.

Lebih lanjut, ia menyebut sejauh ini mobilitas kapal di Sungai Mentaya masih berjalan lancar dan aman, meski kadang kapal harus menunggu di muara saat surut. Pihaknya tidak mengizinkan kapal melintas saat air Sungai Mentaya surut guna menghindari kandasnya kapal.

"Kalau dangkal kapal harus menunggu di Muara, kami dari KSOP tidak mengizinkan kapal melintas jika posisinya lagi air Mentaya surut," tegasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa setiap pelabuhan telah memperhatikan pasang surut agar kegiatan pelayaran tetap aman. Kapal yang akan masuk ke Pelabuhan Sampit biasanya menunggu di Muara saat air surut. 

Namun, ia menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut sudah memperhitungkan waktu tempuh dan pasang surut sungai sebelum memasuki wilayah perairan Sampit. 

 "Biasanya kalau surut kapal itu mununggu paling  paling tidak 2 sampai 4 jam di muara sana untuk masuk di pelabuhan Sampit. Mereka sudah memprediksi alur atau pasang surut sungai. Untuk pengerukan memang perlu jika ada kapal besar masuk nantinya," imbuhnya. (DEVIANA/y)