BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit kembali ditegaskan sebagai sektor paling tangguh di dunia oleh Putu Juli Ardika, Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP sekaligus Plt Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum kepada 570 mahasiswa baru Akademi Perkebunan Yogyakarta (AKPY) di kawasan Stiper Edu Agro Tourism (SEAT), Ungaran, Jawa Tengah.
Kuliah umum ini menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan Bintalfisdisbun (Pembinaan Mental, Fisik, Disiplin, dan Kenal Kebun), sebuah program wajib bagi mahasiswa baru AKPY. Program ini dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa, membekali mereka dengan keterampilan dasar, serta memperkenalkan secara langsung dunia perkebunan kelapa sawit yang menjadi fokus utama pendidikan di AKPY.
"Bintalfisdisbun terdiri dari empat komponen utama yang saling melengkapi. Pembinaan mental bertujuan membentuk ketangguhan dan daya tahan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja," kata Putu Juli dalam rilisnya pada Sabtu, 20 September 2025.
Pembinaan fisik diarahkan untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan tubuh agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun industri. Sementara itu, disiplin ditanamkan sebagai fondasi karakter profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Komponen terakhir, yaitu Kenal Kebun (Disbun), memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses perkebunan kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga panen. Dengan pendekatan praktis ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman menyeluruh dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dalam pemaparannya, Putu Juli Ardika menekankan bahwa kelapa sawit tetap menjadi tulang punggung minyak nabati global. Ia menyebutkan bahwa produktivitas lahan kelapa sawit jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya seperti kedelai, bunga matahari, dan rapeseed.
"Hal ini menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang tak tergantikan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi dunia," katanya.
Kegiatan Bintalfisdisbun dan kuliah umum ini menjadi langkah awal yang krusial dalam membentuk generasi profesional perkebunan yang tangguh, berjiwa kepemimpinan, dan siap bersaing di industri kelapa sawit nasional maupun global. AKPY terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjaga keberlanjutan dan daya saing industri strategis ini. (TESTI PRISCILLA/H)









