KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, telah menegaskan bahwa penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. 

"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi yang lebih besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas secara keseluruhan," ungkapnya, Senin, 22 September 2025.

Tonun menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai langkah untuk memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan kasus kematian.

Hal ini disampaikannya juga dalam Pertemuan Verifikasi dan Analisis Data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) serta Audit Kasus Kematian Maternal dan Perinatal Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2025 ,Sabtu kemarin.

Melalui pertemuan tersebut, dr. Tonun menjelaskan, sistem tersebut akan dievaluasi secara menyeluruh terhadap setiap kasus kematian ibu dan perinatal yang terjadi di wilayah Kapuas. 

"Melalui verifikasi dan audit tersebut, kita dapat menemukan akar permasalahan dan menyusun langkah perbaikan yang konkret," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa audit kasus bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kematian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, kegiatan tersebut juga dirancang untuk mengidentifikasi kendala dalam pelayanan kesehatan dan menyusun rekomendasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

"Diharapkan dari pertemuan tersebut dapat menghasilkan data yang valid dan rekomendasi yang aplikatif untuk menekan angka kematian maternal dan perinatal di Kabupaten Kapuas," tuturnya. (SABRIANOOR/y)