SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman hingga 13 bulan ke depan. Hal ini diyakini mampu menjamin ketersediaan beras medium dan mencegah kelangkaan di pasaran.

“Stok saat ini ada 7.000 ton di gudang dan yang masih berupa gabah diolah di mitra penggilingan kurang lebih 2.000 ton atau setara 1.000 ton beras. Jadi total stok kemungkinan mencapai 8.000 ton setara beras. Dengan jumlah itu, ketahanan stok kami cukup untuk 13 bulan,” kata Kepala Bulog Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Jumat, 26 September 2025.

Menurut Fuad, cadangan beras yang melimpah tersebut menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa ketersediaan beras medium tetap terjaga.

“Cukup lama dan cukup panjang, sehingga kami pastikan tidak akan terjadi kelangkaan beras medium,” imbuhnya. 

Fuad menjelaskan, penyaluran beras ke masyarakat memang sempat mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Salah satunya karena program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sempat dihentikan sementara untuk fokus pada penyerapan gabah. Namun kini program tersebut kembali berjalan dan stok beras medium mulai tersalurkan kembali.

Selain itu, program bantuan pangan juga masih berlangsung. Jika pada tahun 2024 bantuan beras diberikan penuh selama 12 bulan, pada 2025 baru terealisasi untuk dua bulan. Pemerintah menambahkan dua bulan alokasi pada Oktober-November, sehingga total minimal empat bulan alokasi bantuan beras akan tersalurkan tahun ini.

“Mudah-mudahan Bisa bertambah lagi menyesuaikan anggaran pemerintah,” ujarnya.

Fuad menyebut, tantangan terbesar dalam penyaluran beras terjadi di daerah pedalaman, baik di Kotim maupun Seruyan. Banyak desa di wilayah Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santuai, hingga Seruyan Hulu dan Suling Tambun masih mengandalkan jalur sungai.

“Kondisi medan jalan dan akses sungai menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk penyaluran hingga ke pelosok. Mudah-mudahan curah hujan tidak terlalu tinggi hingga Desember agar distribusi bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)