BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor di Jakarta pada senin, 29 September 2025.
Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini membahas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Nanga Bulik, yang menjadi landasan pembangunan kota hingga tahun 2045.
Kehadiran Bupati Rizky menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam mewujudkan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. RDTR Nanga Bulik diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan tata ruang, seperti pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan isu lingkungan.
Dalam Rakor tersebut, Bupati Rizky memaparkan visi dan strategi pengembangan Nanga Bulik yang tertuang dalam RDTR. Ia menekankan pentingnya tata ruang yang terintegrasi, efisien, dan berwawasan lingkungan.
"Kita ingin Nanga Bulik menjadi kota yang nyaman dihuni, produktif, dan berkelanjutan," ujarnya, Selasa, 30 september 2025
RDTR Nanga Bulik juga memperhatikan aspek mitigasi bencana, mengingat Kabupaten Lamandau merupakan daerah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan. Oleh karena itu, RDTR ini memuat rencana mitigasi bencana yang komprehensif.
Rakor Lintas Sektor ini menjadi wadah bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk mendapatkan masukan dan dukungan dari berbagai pihak terkait. Masukan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan RDTR Nanga Bulik sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah.
Bupati berharap, dengan adanya RDTR yang berkualitas, Nanga Bulik dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam perencanaan tata ruang yang berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi pembangunan Nanga Bulik yang lebih baik.
"Semoga dengan adanya RDTR ini, tata ruang kota kita menjadi lebih teratur, mengutamakan fungsi lingkungan, dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat," pungkasnya. (NATALIA KRISTIN/H)









