LAMANDAU –

BORNEONEWS,  Nanga Bulik – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan betapa krusialnya peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah sebagai garda terdepan dalam menangani berbagai kasus kekerasan.

Penegasan ini disampaikan Rizky dalam acara Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi, serta Sosialisasi Penyuluhan Narkoba bagi Siswa Jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Lamandau. Di Aula Bapeda Lamandau, Selasa, 7 Oktober 2025.

Rizky menjelaskan bahwa TPPK memiliki peran sentral dalam menangani kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Tim ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

"Apabila terjadi kasus kekerasan di sekolah, maka Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang akan bertugas untuk menangani kasus tersebut," jelas Rizky. 

Lebih lanjut, Rizky menerangkan bahwa TPPK memiliki tugas utama untuk melakukan pencegahan, identifikasi, penanganan, dan pelaporan kasus kekerasan di sekolah. Dengan demikian, TPPK diharapkan dapat menjadi solusi pertama dalam mengatasi masalah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Jika suatu kasus kekerasan tidak dapat diselesaikan oleh TPPK sekolah, maka kasus tersebut akan diteruskan ke Satuan Tugas Kabupaten Lamandau untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan adanya sistem pelaporan dan penanganan yang berjenjang dan terstruktur.

"TPPK sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa," imbuhnya.

Dengan adanya TPPK di setiap sekolah, diharapkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Lamandau dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa untuk belajar dan berkembang. (NATALIA KRISTIN/y)