TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) akan segera menggelar Festival Kuliner Mangenta Tahun 2025, sebuah ajang pelestarian tradisi sekaligus perayaan cita rasa khas daerah yang berakar kuat dari kearifan lokal masyarakat Dayak Maanyan.

Kepala Disbudparpora Barito Timur, Herawani, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025 ini bukan sekadar lomba memasak, melainkan juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya leluhur kepada generasi muda. 

“Festival Kuliner Mangenta terinspirasi dari tradisi nenek moyang kita, yang dahulu merupakan bentuk ungkapan rasa syukur para petani ketika memasuki musim panen padi. Melalui festival ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya di Tamiang Layang, Jumat, 24 Oktober 2025.

Lomba yang bertajuk “Kreativitas Masakan Tradisional Mangenta Barito Timur” ini terbuka untuk umum, dengan ketentuan setiap regu terdiri dari tiga orang, baik pria maupun wanita. Peserta wajib menyiapkan sendiri bahan-bahan masakan serta menyajikannya dalam waktu maksimal 20 menit. 

Seluruh hasil masakan harus sudah diolah di rumah dan disajikan langsung di lokasi lomba dengan tambahan kudapan tradisional seperti bubur ayak atau kaluwit.

Untuk menambah nuansa budaya, setiap peserta diwajibkan mengenakan busana daerah dan tatapung, penutup kepala tradisional khas Dayak. 

“Kami ingin setiap detail dalam lomba ini menghadirkan nuansa adat yang kental, mulai dari pakaian hingga cara penyajian masakan. Ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang identitas dan kebanggaan terhadap budaya kita sendiri,” jelas Herawani.

Ia menambahkan, lomba Mangenta yang akan digelar di RTH Taman Nansarunai Tamiang Layang itu, juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempromosikan bahan-bahan lokal dan memperkenalkan cara memasak tradisional agar tetap lestari di tengah arus modernisasi kuliner. 

“Mangenta adalah simbol hubungan manusia dengan alam, di mana makanan bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga ekspresi rasa syukur dan kebersamaan,” tambah Herawani.

Adapun kriteria penilaian lomba meliputi daftar menu, teknik dan proses penyajian, kesempurnaan cita rasa, kebersihan, kerapian, penataan serta penampilan penyaji. 

Para pemenang akan memperoleh uang pembinaan, trofi, dan sertifikat untuk kategori Cita Rasa dan Penataan Makanan, masing-masing dari juara I hingga III.

Melalui Festival Kuliner Mangenta ini, Pemkab Barito Timur berharap warisan budaya kuliner yang telah hidup sejak masa lampau dapat terus dijaga dan diwariskan lintas generasi. 

“Kita ingin agar tradisi Mangenta tetap mengakar dan menjadi bagian dari jati diri masyarakat Barito Timur,” pungkas Herawani. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)