KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Romulus, bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pada Senin, 27 Oktober telah melakukan peninjauan langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kapuas Timur. 

Peninjauan tersebut menyasar beberapa lokasi pendidikan, meliputi SMPN 2 Kapuas Timur, SDN 2 Anjir Mambulau Tengah, dan MIS Raudhatul Muta'allimin. Selain itu, Romulus dan rombongan juga melakukan pengecekan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kapuas Timur. 

Tujuan utama dari peninjauan ini adalah untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik dan tepat sasaran, khususnya dalam mendukung peningkatan gizi peserta didik di wilayah Kapuas Timur. 

Dalam kunjungannya, Asisten I Romulus dan rombongan melihat langsung bagaimana proses penyajian dan penerimaan makanan bergizi oleh para siswa di sekolah-sekolah yang dikunjungi.

Usai meninjau kegiatan MBG, Asisten I Romulus memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya aspek kebersihan, higienitas, serta kualitas bahan makanan yang digunakan. Hal ini ditekankan agar makanan yang disajikan kepada anak-anak sekolah benar-benar terjamin sehat dan aman untuk dikonsumsi. Ia menegaskan bahwa kualitas adalah kunci keberhasilan dalam program pemenuhan gizi ini.

Romulus juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan tim pengelola MBG atas komitmen serta upaya keras mereka dalam menjalankan program pemerintah pusat ini. Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat merupakan kunci utama yang menentukan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Kabupaten Kapuas.

Meski secara umum pelaksanaan berjalan baik, ada beberapa catatan penting yang menjadi perhatian Romulus saat peninjauan di lapangan. Salah satu poin yang perlu dievaluasi ke depan adalah adanya kesamaan menu makanan antara jenjang SD dan SMP. 

"Ini perlu dievaluasi ke depan, supaya makanan yang dikasih oleh pemerintah tepat sasaran," ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Romulus berharap pihak pemerintah pusat dapat memahami kultur dan kebiasaan anak-anak di daerah, mengingat kebutuhan gizi dan selera makan antara jenjang SD, SMP, dan SMA tentu berbeda. 

Dirinya pun mengharapkan program MBG ini betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, seraya meminta pihak sekolah untuk selalu memonitor dan berkoordinasi dengan tim MBG di tingkat kecamatan dan kabupaten demi kelancaran serta ketepatan program. (SABRIANOOR/y)