KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Kusmiatie menegaskan bahwa Pemkab siap berkomitmen penuh untuk mendukung arahan Mendagri RI dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Kapuas. 

"Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga," ungkapnya, Selasa, 28 Oktober 2025.

Sebelumnya, Pemkab Kapuas telah mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, secara virtual.

Rapat koordinasi nasional tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Telegram Mendagri Nomor 500.2.3/7640/SJ tertanggal 25 Oktober 2025. Agenda utama rapat adalah pelaksanaan Rakor Pengendalian Inflasi, yang dirangkaikan dengan arahan Menteri Koperasi mengenai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta evaluasi dukungan pemerintah terhadap program tiga juta rumah.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa Rakor Pengendalian Inflasi ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Senin melalui platform Zoom. Namun, khusus untuk kali ini, kegiatan tersebut digabungkan dengan pertemuan bersama seluruh Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia yang hadir langsung di IPDN Jatinangor.

Mendagri Tito juga menyampaikan apresiasi dari Presiden RI atas capaian inflasi nasional yang berhasil ditekan hingga berada di angka 2,65 persen. Ia merinci bahwa inflasi saat ini banyak dipengaruhi oleh sektor perawatan pribadi, khususnya komoditas emas, seiring dengan meningkatnya harga emas di pasar internasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga.

Dalam Rakor, Pemkab Kapuas melalui Asisten II Kusmiatie didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas PPKUKM Apendi, Kabid Pengkajian dan Pengadilan Bapenda M. Abidin, Kabid Koperasi dan UKM Disperindagkop, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

"Diharapkan, rakor dapat memperkuat langkah nyata antara pemerintah pusat dan daerah demi menjaga stabilitas ekonomi nasional," tutup Kusmiatie. (SABRIANOOR/y)