BORNEONEWS, Palangka Raya - Panitia Pembangunan Gereja Maranatha Jalan Diponegoro Palangka Raya menggelar rapat koordinasi bersama pelaksana pembangunan gereja untuk mengevaluasi progres pembangunan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Rapat ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun sejak awal.

Gereja Maranatha Palangka Raya ini rencananya dibangun dengan desain arsitektur konsep kontemporer dan sentuhan lokal. Dalam laporan yang disampaikan oleh Pelaksana Pembangunan Gereja, disebutkan bahwa proyek pembangunan telah mencapai target utama.

Ketua Panitia Pembangunan, Rawing Rambang mengatakan bahwa hingga akhir Desember, struktur utama gereja telah berdiri kokoh dengan atap, dinding, dan lantai yang telah selesai dibangun.

“Capaian ini menunjukkan komitmen tinggi dari seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan rumah ibadah yang representatif bagi jemaat,“ tutur Rawing pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Ketua Panitia Pembangunan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proyek ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama dari Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yang secara aktif memberikan perhatian dan bantuan terhadap proses pembangunan. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting yang memperkuat semangat panitia dan pelaksana dalam menyelesaikan proyek ini.

“Gereja Maranatha dirancang sebagai bangunan ikonik dan modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan kemajuan umat,“ terang Rawing.

Desain arsitekturnya mengusung konsep kontemporer dengan sentuhan lokal, mencerminkan semangat inklusif dan keterbukaan terhadap perkembangan zaman.

Panitia juga menegaskan bahwa pembangunan gereja ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kehidupan rohani dan sosial masyarakat sekitar. Dengan berdirinya gereja yang representatif, diharapkan kegiatan keagamaan dan sosial dapat berjalan lebih optimal, serta menjadi pusat pembinaan iman dan solidaritas antarwarga.

Rapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tahap akhir, termasuk penyelesaian interior dan fasilitas penunjang lainnya. Panitia berharap, dengan semangat gotong royong dan dukungan berkelanjutan, Gereja Maranatha akan segera diresmikan dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)