PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyatakan bahwa konsep penataan kawasan bantaran Sungai Kahayan melalui program Waterfront City telah disesuaikan dengan kebijakan pembangunan yang dicanangkan pemerintah pusat. Hal ini tidak hanya menjamin keselarasan arah pembangunan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mendapatkan dukungan program serta pembiayaan dari tingkat nasional.

"Dalam tahap awal yang sedang berjalan, Pemko Palangka Raya telah melakukan pemaparan terhadap rencana penataan kawasan bantaran Sungai Kahayan yang masih bersifat konsep. Paparan tersebut telah disampaikan kepada berbagai instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat untuk mendapatkan masukan serta dukungan lebih lanjut dalam menyempurnakan rancangan yang akan dilaksanakan," katanya, Rabu, 14 Januari 2026.

Pemerintah daerah, katanya, telah melakukan penghitungan awal terkait kebutuhan anggaran untuk mewujudkan program ini, yang diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari kajian teknis mendalam, penataan fisik infrastruktur, restorasi lingkungan, hingga program pendukung sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terkena dampak pembangunan.

"Target pelaksanaan proyek Waterfront City diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar telah ditetapkan pada tahun 2026 hingga 2027, dengan tahapan pelaksanaan yang akan disusun secara rinci sesuai dengan kesediaan dukungan dan alokasi anggaran. Pemko Palangka Raya berencana untuk melaksanakan pembangunan secara bertahap agar dapat memastikan kualitas serta meminimalkan dampak negatif terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari," jelasnya.

Keselarasan konsep dengan kebijakan pusat katanya menjadi poin penting dalam upaya mendapatkan dukungan pembiayaan nasional. Beberapa program pembangunan infrastruktur dan penataan ruang yang dicanangkan pemerintah pusat, khususnya terkait pengelolaan kawasan sungai dan pembangunan kota berkelanjutan, menjadi landasan utama dalam mengajukan dukungan untuk proyek ini.

Fairid Naparin menambahkan bahwa Pemko Palangka Raya akan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk menyempurnakan konsep dan menyusun proposal yang komprehensif. Selain dukungan dari pusat, pemerintah daerah juga akan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta serta lembaga keuangan untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan dan pelaksanaan program ini sesuai target yang telah ditetapkan. (MARINI/y)