BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Seorang warga yang dilaporkan terjatuh dari perahu di Sungai Barito, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi, 4 Oktober 2025.

Korban, yang diidentifikasi bernama Syamsudin (38), ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Banitan, Darman Banitan, pada Senin, 3 November 2025 sekitar pukul 08.25 WITA. Berdasarkan laporan tersebut, Syamsudin, yang merupakan warga Desa Banitan, diduga terjatuh dari perahunya saat sedang beraktivitas melintasi perairan Sungai Barito.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin segera mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Tapin. Tim bergerak cepat menuju lokasi kejadian yang berjarak tempuh sekitar dua jam perjalanan darat, atau 91,5 kilometer dari markas USS Tapin, untuk memulai operasi pencarian.

Operasi pencarian ini melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai instansi dan organisasi relawan. Unsur yang terlibat di antaranya adalah Ditpolairud, Damkar Barito Kuala, RAPI, aparat desa setempat, Borneo Rescue Marabahan, Polsek Bakumpai, BPK Pulau Kadap, Seman Rescue, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar.

Setelah melakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban pada Selasa dini hari, pukul 04.30 WITA. Jasad korban ditemukan mengapung sekitar 100 meter dari lokasi awal dilaporkan terjatuh (LKP). Jenazah kemudian langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak sekaligus duka cita mendalam kepada keluarga korban. 

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ucapnya dalam keterangan resmi.

Beliau juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dan penggunaan alat keselamatan saat beraktivitas di perairan untuk mencegah kejadian serupa terulang. 

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi sungai, agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung. Kewaspadaan kecil bisa menyelamatkan nyawa,” tambahnya. 

Usai evakuasi dan debriefing, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 05.00 WITA. (SABRIANOOR/H)