BORNEONEWS, Sampit – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotawaringin Timur (Kotim) Ady Candra berkomitmen untuk menghapus daerah blank spot atau wilayah tanpa akses jaringan internet di seluruh desa, kelurahan dan kecamatan di Kotim.
“Komitmen saya, kami akan terus berupaya agar 168 desa, 17 kecamatan, dan 17 kelurahan di Kotim tidak ada lagi daerah blank spot,” ujar Ady Candra, Rabu, 5 November 2025.
Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi internal untuk memastikan sejauh mana kewenangan Diskominfo dalam menangani permasalahan tersebut.
Setelah itu, pihaknya akan menggandeng penyedia layanan telekomunikasi (provider) serta instansi terkait untuk memperluas jangkauan sinyal dan pemasangan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah yang belum terlayani.
“Langkah ini penting agar layanan internet bisa merata dan mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan desa. Internet bukan lagi kebutuhan tambahan, tapi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, pemerataan akses internet juga sejalan dengan visi pemerintah daerah. Dengan konektivitas yang baik, komunikasi antarwilayah dan pelayanan publik berbasis digital dapat berjalan lebih efektif.
“Semoga dengan kolaborasi semua pihak, ke depan tidak ada lagi daerah di Kotim yang terisolasi secara digital,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









