BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat nilai ekspor daerah itu pada periode Januari–September 2025 mencapai US$2.554,32 juta, atau mengalami penurunan 14,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Penurunan terbesar terjadi pada ekspor hasil tambang, terutama komoditas batu bara yang turun hingga 25,72 persen.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa penurunan ekspor batu bara menjadi faktor dominan yang menekan kinerja ekspor daerah.
“Meskipun batu bara masih menjadi komoditas utama, penurunan permintaan dari beberapa negara tujuan ekspor menyebabkan nilai ekspor sektor ini menurun signifikan,” kata Agnes di Palangka Raya pada Rabu, 5 November 2025.
Sementara itu, nilai impor Kalimantan Tengah pada periode yang sama tercatat sebesar US$28,34 juta, atau turun 40,54 persen dibandingkan Januari–September 2024. Penurunan impor terbesar terjadi pada mesin/pesawat mekanik dan pupuk, yang sebelumnya mendominasi kebutuhan industri dan perkebunan di wilayah tersebut.
Meski ekspor dan impor sama-sama mengalami penurunan, neraca perdagangan Kalimantan Tengah tetap mencatatkan surplus sebesar US$2.525,98 juta. Surplus ini menunjukkan bahwa nilai ekspor daerah masih jauh lebih besar dibandingkan nilai impornya.
“Kondisi ini menandakan Kalimantan Tengah masih menjadi daerah pengekspor bersih, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan,” ujar Agnes.
Agnes menambahkan, komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah meliputi batu bara, crude palm oil (CPO), karet remah, kayu olahan, kayu lapis, serta bijih zirconium, niobium, dan tantalum. Sementara itu, impor daerah ini didominasi oleh mesin ekstraksi, aspal, mesin freeze dryer, ketel uap, mesin motor tempel, dan pupuk yang banyak digunakan untuk kebutuhan industri.
“Negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi oleh Jepang, India, dan Tiongkok, sedangkan untuk impor, Malaysia, Singapura, dan Tiongkok menjadi pemasok utama,” tutur Agnes.
Ia menilai bahwa diversifikasi pasar ekspor dan penguatan industri pengolahan di dalam negeri penting dilakukan agar kinerja ekspor Kalimantan Tengah ke depan lebih stabil dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









