SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Seruyan pada Minggu I November 2025 mencatat angka -0,62 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.

Hal tersebut disampaikan  Staf Ahli Bupati Seruyan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sukardi, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Mingguan yang digelar secara virtual pada Selasa, 4 November 2025.

Menurutnya, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan IPH kali ini antara lain Cabai rawit sebesar -0,9387, Bawang merah sebesar -0,3627, dan Cabai merah sebesar -0,2155.

“Fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan terjadi pada komoditas cabai rawit, dengan perubahan harga sebesar 0,2170,” jelas Sukardi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Seruyan terus berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat melalui berbagai langkah strategis.

Upaya tersebut di antaranya meliputi koordinasi rutin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga harian di pasar, serta dukungan terhadap pelaksanaan pasar murah dan distribusi bahan pangan.

“Pemkab Seruyan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui langkah-langkah konkret bersama seluruh pihak terkait,” tegas Sukardi.

Langkah konsisten pemerintah daerah ini diharapkan dapat menjaga kondisi ekonomi daerah agar tetap stabil, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan terhadap kebutuhan pokok biasanya meningkat. (FAHRUL/H)