BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Romulus, menekankan pentingnya peran serta dunia usaha dalam mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini disampaikannya usai memimpin Rapat Tindak Lanjut Rekomendasi Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla di Aula BPBD Kapuas, Jumat, 7 Novemebr 2025.
Romulus mengimbau agar perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas, khususnya yang berada di Ring 1 Areal Perizinan, untuk turut aktif. Sesuai rekomendasi provinsi, perusahaan-perusahaan tersebut didorong untuk ikut membangun dan membiayai Pos Lapangan (Poslap) di sekitar areal operasi mereka.
"Kami berharap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Kapuas dapat berpartisipasi aktif dengan membangun Poslap di wilayah operasinya," jelas Romulus.
Ia menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan nyata terhadap upaya pencegahan Karhutla yang dilakukan pemerintah.
Di sisi lain, Romulus juga menyinggung upaya pengendalian Karhutla pada lahan mineral yang akan disesuaikan dengan kearifan lokal. Pemerintah daerah saat ini tengah menunggu penetapan peta lahan bukan gambut dari pemerintah provinsi. Peta ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah desa.
Peta tersebut krusial karena akan digunakan sebagai landasan bagi pemerintah desa dalam memberikan izin pembukaan lahan kepada masyarakat adat. "Kita masih menunggu peta resmi dari Provinsi," ujarnya. Berdasarkan data, luas lahan bukan gambut di Kapuas diperkirakan mencapai sekitar 686 sekian ribu hektar.
Meski begitu, Romulus menegaskan bahwa implementasinya belum bisa dilakukan. Pemerintah daerah masih harus menunggu Surat Keputusan (SK) resmi yang mengatur titik dan batas pastinya. "Untuk titik dan batas pastinya masih menunggu SK. Pemerintah daerah sedang menyusun hal tersebut," tutup Romulus. (SABRIANOOR/y)









