PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengungkapkan bahwa hingga awal November 2025, baru tiga dari total 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Berisi Gratis (MBG) di kota setempat yang telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sertifikat ini menjadi bukti bahwa dapur gizi tersebut telah memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan.

Riduan menjelaskan bahwa penerbitan SLHS dilakukan melalui proses yang ketat, termasuk uji laboratorium untuk memastikan tidak ada kandungan yang berisiko atau mencurigakan dalam sampel makanan dari setiap dapur gizi.

Selain itu, petugas dari bidang kesehatan masyarakat juga melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kondisi dapur sesuai standar.

"Baru tiga yang sudah mendapat sertifikat, belum ada tambahan karena hasil uji laboratorium sebagai syarat utama penerbitan sertifikat, masih dalam proses," ungkap Riduan, Senin 10 November 2025.

Adapun tiga SPPG yang saat ini telah mengantongi SLHS tersebut adalah SPPG Panarung, SPPG Rajawali 7, dan SPPG Polda Kalteng. Ketiga dapur gizi ini telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

Riduan menambahkan bahwa proses penerbitan SLHS memakan waktu antara 10 hingga 14 hari setelah sampel dikirimkan ke laboratorium. Selama itu, Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan dan pembinaan kepada seluruh dapur gizi agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

"Kami menunggu hasil pasti dari laboratorium. Mudah-mudahan dalam waktu sekitar satu minggu sudah ada tambahan lagi," imbuhnya.

Lebih dari itu, Riduan berharap seluruh dapur gizi lainnya segera menyusul agar penyediaan makanan bagi masyarakat semakin aman, serta memenuhi aspek higienitas dan kesehatan lingkungan.

"Dengan demikian, program MBG dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/H)