BORNEONEWS, Sampit - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari sektor kendaraan bermotor. Salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi penggunaan kendaraan dengan nomor polisi "KH-F" yang merupakan kode nomor polisi Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sosialisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun 2025 ini mengusung tema "Ayo Pahari Gunakan Plat KH-F untuk Membangun Bumi Habaring Hurung".
Petugas gabungan turun langsung melakukan sosialisasi kepada pengendara yang melintas, memberikan pemahaman tentang manfaat penggunaan plat lokal untuk membantu pembangunan daerah.
Kepala Bapenda Kotim, Ramadhansyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Bapenda Kotim, Bapenda Kalimantan Tengah, Samsat Sampit, Satlantas Polres Kotawaringin Timur, Jasa Raharja Sampit, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kotawaringin Timur.
"Kami mengajak masyarakat Kotim untuk menggunakan plat KH-F. Dengan menggunakan plat lokal, pajak yang dibayarkan akan masuk menjadi pendapatan asli daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Ramadhansyah, Senin, 10 November 2025.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan banyak kendaraan, seperti truk dan mobil pribadi, yang menggunakan plat nomor polisi luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa. Ia mengimbau pemilik kendaraan untuk segera memindahkan administrasi kendaraannya ke Kotawaringin Timur, terutama jika kendaraan tersebut digunakan untuk kegiatan usaha di daerah ini.
Berdasarkan data dashboard Bapenda Kotim, target opsen PKB tahun 2025 adalah sebesar Rp80.413.193.784, dengan realisasi saat ini sebesar Rp38.576.241.595 atau 47,97 persen. Sementara itu, target opsen BBNKB tahun 2025 adalah Rp71.415.441.009, dengan realisasi sebesar Rp34.432.282.550 atau 48,21 persen.
"Kami berharap, dengan sosialisasi yang terus dilakukan, kesadaran masyarakat untuk menggunakan plat KH-F semakin meningkat, sehingga target pendapatan daerah kendaraan bermotor dapat tercapai," harganya. (DEVIANA/H)









