BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berinisiatif mengusulkan bantuan pembangunan gudang dan pabrik beras modern kepada Perum Bulog. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengimbangi permintaan beras yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, menjelaskan bahwa usulan ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat swasembada pangan.
"Untuk memperkuat program Swasembada Pangan di 2026, pemerintah berencana menyuntikkan modal melalui Bulog untuk pembangunan 100 titik gudang dan infrastruktur pasca panen (IPP) di seluruh Indonesia. Kita di Kotim akan mengusulkan. Mudah-mudahan usulan kita disetujui," ujarnya, Jumat, 15 November 2025.
Rencana pembangunan 100 gudang dan IPP secara nasional itu dilihat sebagai peluang emas bagi Kotim untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.
Bulog Kotim telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta DPRD Kotim untuk mendapatkan rekomendasi lokasi yang layak dan hibah tanah untuk pembangunan.
Lokasi yang disiapkan untuk pembangunan gudang dan IPP berada di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Tanah seluas 2,6 hektare tersebut merupakan milik Kepala Desa Regei Lestari yang bersedia menghibahkannya. Saat ini, Bulog Kotim bersama pihak terkait sedang mengurus legalitas hibah tanah tersebut.
Dengan adanya gudang dan pabrik beras modern, Bulog Kotim berharap dapat meningkatkan penyerapan gabah dari petani lokal, sehingga dapat mendukung stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah tersebut
"Kalau usulan ini dikabulkan maka kami dari Bulog berharap bisa maksimal lagi dalam menyerap gabah petani di Desa Lampuyang dan sekitarnya sampai Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan karena kebetulan ini satu arah, ada sentra padi yaitu di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan," terangnya. (DEVIANA/y)









