SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengusulkan pembangunan dua unit gudang berkapasitas 3500 ton sehingga total 7000 ton.

Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad mengungkapkan jika pembangunan gedung tersebut terwujud maka Bulog dapat lebih maksimal menyerap gabah petani. 

"Selain itu ada fasilitas penggilingan modern, mulai dari dryer, mesin poles, color sorter dan peralatan lainnit," ungkapnya, Jumat, 15 November 2025.

Lebih lanjut ia mengatakan jika fasilitas tersebut tersedia di Kotawaringin Timur maka daerah bisa memproduksi beras premium.

Ia menyebut hal ini akan menjadi fokus baru karena masalah di sisi hulu relatif sudah terpenuhi karena Menteri Pertanian dirasa sudah maksimal memberikan bantuan untuk tahap produksi seperti pupuk, bibit dan obat-obatan sehingga hasil panen meningkat.

"Permasalahan sekarang itu, , ketika hasil panen meningkat, kemampuan kapasitas pengeringan dan penggilingan milik mitra Bulog belum sebanding kebutuhan, baik dari jumlah maupun kualitas," ucapnya. 

Hal itu mengakibatkan ketika panen dan digiling, beras yang dihasilkan sebagian rata-rata patah-patah remuk karena pengeringan belum optimal.

Jika sudah memiliki penggilingan modern dan gudang yang memadai maka Bulog bisa melakukan pengeringan dan penggilingan dengan mekanisasi agar gabah bisa kering merata sehingga ketika digiling berasnya utuh dan bersih. 

"Kemudian nilai tambahnya juga besar dan pada akhirnya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Lampuyang dan secara umum di Kabupaten Kotawaringin Timur," jabarnya.

Ia menegaskan pembangunan gudang dan pabrik modern ini juga dibutuhkan karena produksi beras di daerah ini terus meningkat. Saat ini saja sawah yang digarap petani di Desa Lampuyang sudah mencapai 5000 hektare.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, hasil optimasi lahan dan cetak sawah ada sekitar 4000 hektare. Artinya pada 2026 nanti lahan yang ditanam sekitar 9000 hektare. Jika satu hektare hasilnya minimal ton, maka total hasilnya diperkirakan mencapai 36.000 ton potensi gabah yang bisa dihasilkan petani Desa Lampuyang," jabarnya. 

Jumlah tersebut belum termasuk hasil panen dari kabupaten tetangga yaitu Seruyan yang diperkirakan ada sekitar 5000 hektare dengan produksi diestimasikan 20.000 ton gabah.

Jika dihitung, diperkirakan total 56.000 ton gabah kering panen yang bisa dihasilkan, sedangkan kapasitas penggilingan saat ini, baik penggilingan perorangan maupun penggilingan kelompok tani hanya ratusan ton. Jadi tidak seimbang dengan jumlah yang nantinya akan dipanen.

"Itulah salah urgensi mengapa kita mengusulkan agar di Kotim ini bisa terpilih untuk pembangunan gudang dan pabrik beras modern," timpal Fuad. (DEVIANA/H)