PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS resmi menandatangani perjanjian pembiayaan sindikasi dengan sejumlah bank nasional dan lembaga keuangan terkemuka.

Pembiayaan tersebut dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai Original Mandated Lead Arranger & Bookrunner (OMLAB), dengan total nilai fasilitas maksimum mencapai Rp5,2 triliun.

Daftar pemberi pinjaman dalam sindikasi ini meliputi BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank KB Indonesia Tbk, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk.

Prosesi penandatanganan turut dihadiri oleh jajaran Direksi dan manajemen SSMS, serta disaksikan oleh pemilik sekaligus Chairman Citra Borneo Indah (CBI) Group, H Abdul Rasyid.

Langkah korporasi ini menjadi bagian dari strategi SSMS dalam memperkuat struktur keuangan dan operasional. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk refinancing fasilitas pinjaman sindikasi sebelumnya, sehingga perusahaan dapat memperoleh tenor yang lebih optimal dan struktur pendanaan yang lebih efisien. Selain itu, fasilitas ini juga mendukung arah strategi jangka panjang perusahaan, termasuk rencana akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML).

Rencana akuisisi SML—perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi secara komersial di Kalimantan Tengah dengan luas lahan 11.046 hektare—diproyeksikan memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas skala dan portofolio bisnis perusahaan.

Fasilitas pembiayaan ini juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan, termasuk penguatan kapasitas pengadaan bahan baku, peningkatan kinerja operasional, serta kelancaran produksi dan distribusi.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan kuat dari para kreditur sindikasi.

“Dengan penuh optimisme, kami menyambut baik langkah strategis ini sebagai upaya memperkuat posisi SSMS di industri perkebunan kelapa sawit. Kami yakin, pembiayaan ini akan memperkokoh fondasi bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 20 November 2025.

Perusahaan menegaskan bahwa fasilitas pembiayaan ini tidak melanggar ketentuan maupun perjanjian dengan pihak ketiga serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BRI berkomitmen kuat dalam mendukung sektor agribisnis nasional.

“Kami tidak hanya memfasilitasi UMKM, tetapi juga mendukung sektor besar seperti SSMS Group melalui solusi terintegrasi BRI One Solutions. Layanan yang kami berikan meliputi pengelolaan keuangan korporasi melalui Qlola, trade finance, employee benefits, hingga pembiayaan petani plasma melalui KUR. Kolaborasi strategis antara pelaku industri dan lembaga keuangan sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan,” jelasnya.

Melalui pembiayaan sindikasi ini, kebutuhan pendanaan berskala besar dapat dipenuhi secara komprehensif dan efisien. Fokus pembiayaan mencakup pengembangan perkebunan, investasi infrastruktur, serta inisiatif-inisiatif yang berorientasi pada keberlanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)