KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil pikap terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan Km. 25, kawasan Anjir, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa, 25 November 2025.

Insiden yang terjadi pada siang hari ini sontak mengejutkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Sepeda motor Honda Vario berwarna merah tampak tergeletak di tengah jalan dalam kondisi rusak parah setelah bertabrakan dengan sebuah mobil pikap Daihatsu Gran Max berwarna hitam.

Berdasarkan laporan visual di lokasi kejadian, benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup signifikan pada kedua kendaraan. Bagian depan mobil pikap dengan nomor polisi DA (terlihat sebagian) mengalami penyok di bumper depan sebelah kanan, sementara sepeda motor korban mengalami ringsek. 

Puing-puing pecahan kendaraan dan sepatu milik pengendara terlihat berserakan di aspal, menandakan kerasnya benturan yang terjadi. Warga sekitar pun segera berkerumun untuk memberikan pertolongan awal kepada korban.

Menurut keterangan salah satu warga, kronologi kecelakaan bermula dari upaya pengendara motor Vario yang melaju searah dengan sebuah mobil Avanza berwarna hijau. 

"Diduga, pengendara Vario tersebut menyenggol bagian belakang (burit) Avanza hijau tersebut saat melintas. Akibat senggolan itu, motor menjadi tidak stabil dan oleng ke arah kanan jalan, masuk ke jalur berlawanan," ucap Danta, yang meneruskan informasi warga setempat.

Nahas, dari arah berlawanan melaju mobil pikap Gran Max yang tidak sempat menghindar karena jarak yang sudah terlalu dekat. Sopir pikap diduga kaget karena sepeda motor tersebut tiba-tiba nyasar ke jalur depannya setelah kehilangan kendali.

Tabrakan pun tak terelakkan, membuat pengendara motor terjatuh keras di aspal. Insiden ini menjadi peringatan bagi pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dan waspada saat hendak mendahului kendaraan lain.

Pascakejadian, korban segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Diketahui, korban dilarikan ke RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh di Banjarmasin. (SABRIANOOR/y)