BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menduga tumpukan sampah menjadi pemicu kemunculan beruang di kawasan Wengga–Bumi Raya, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Beberapa tumpukan sampah rumah tangga tadi di temukan di tepi jalan. Ini bisa menyebabkan beruang datang ke lokasi tersebut untuk mencari makan," kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Jumat, 28 November 2025.
Dirinya menelusuri lokasi kemunculan beruang tersebut. Dari hasil pemantauan lapangan, pihaknya tidak menemukan jejak baru beruang. Namun, justru mendapati banyak tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan di Wengga Metropolitan dan Bumi Raya, yang dibuang sembarangan oleh warga.
Ia menjelaskan, sampah rumah tangga yang mengandung sisa makanan berpotensi menarik beruang. Satwa ini dikenal sensitif terhadap aroma makanan, sehingga keberadaan sampah bisa menjadi magnet bagi mereka untuk mendekati area berpenduduk.
Terkait pelacakan lokasi kemunculan beruang yang viral, BKSDA masih mengalami kesulitan. Muriansyah tidak menemukan titik lokasi sesuai dengan video yang beredar.
“Kami tidak menemukan lokasinya. Petugas sudah berkeliling, tetapi titik yang tampak dalam video itu tidak ditemukan,” imbuhnya.
Meski begitu, dirinya akan tetap melanjutkan pencarian dan akan kembali menelusuri lokasi pada Sabtu, 29 November 2025, setelah ada informasi terbaru dari warga yang pertama kali mengunggah video tersebut di media sosial.
"Informasinya lokasi kemunculan beruang masuk Jalan WMP 3 tembus ke Jalan Bumi Raya raya," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Warga di sekitar perbatasan Wengga–Bumi Raya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat geger oleh kemunculan seekor beruang berukuran besar. Hewan liar tersebut terlihat berkeliaran di area semak-semak dan sempat terekam oleh warga yang melintas di lokasi.
Video berdurasi 38 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan seekor beruang dewasa yang berjalan di antara pepohonan dan semak belukar. Dalam rekaman itu terdengar suara warga yang terkejut melihat hewan buas tersebut berukuran besar sebesar anak sapi. (DEWI PATMALASARI/H)









