KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kasus penipuan menimpa seorang warga asal Bataguh Kapuas bernama Amat, yang justru menjadi korban setelah berniat baik membantu seseorang yang pernah bekerja bersamanya dalam sebuah proyek pembangunan.

Perkenalan antara Amat dan pelaku bermula ketika keduanya terlibat dalam satu proyek. Dari pertemuan tersebut, keduanya menjalin pertemanan. Amat mengira hubungan itu bisa membuka peluang kerja di masa depan. Namun, kepercayaan tersebut berujung petaka ketika pelaku menghubunginya kembali dengan alasan menawarkan informasi lowongan pekerjaan.

Dalam percakapan, pelaku mengaku membutuhkan uang untuk ongkos jalan sebelum masuk kerja. Tanpa curiga, Amat pun mengirimkan uang sebesar Rp750 ribu melalui aplikasi DANA. Ia merasa aman karena sebelumnya pernah bertemu langsung dengan pelaku. Namun, kepercayaan itu langsung runtuh ketika keesokan harinya semua kontak Amat diblokir oleh pelaku, mulai dari WhatsApp hingga akun TikTok.

Amat mengakui bahwa ia tidak mengetahui latar belakang pelaku secara mendalam, meskipun pernah berinteraksi dalam satu lingkungan kerja. 

“Saya percaya karena pernah kumpul di satu proyek,” ungkapnya kepada Borneonews, Minggu, 30 November 2025. Ia juga menjelaskan bahwa pelaku berasal dari daerah CR Selat Pasar Sabtu, sesuai yang ia ketahui selama berkenalan.

Meski telah ditipu, Amat mengaku belum membuat laporan ke polisi. Namun, ia menegaskan bahwa jika pelaku memiliki niat baik untuk mengembalikan uang tersebut, ia akan menerima dan menyelesaikan permasalahan secara baik-baik.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak mudah memberikan pinjaman kepada orang yang baru dikenal atau hanya memiliki hubungan singkat dalam pekerjaan. Terlebih, modus meminta uang dengan alasan biaya transportasi atau ongkos kerja sering digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Dengan meningkatnya kasus penipuan dalam bentuk serupa, masyarakat diimbau selalu melakukan verifikasi identitas sebelum melakukan transaksi finansial. Selain itu, jika mengalami penipuan, disarankan untuk segera melapor agar pelaku dapat diproses dan tidak memakan korban lainnya. (SABRIANOOR/H)