PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menempatkan pemuda sebagai pilar strategis dalam upaya pencegahan penyebaran ideologi ekstrem di kota setempat. 

Menurut Zaini, pemuda dipilih sebagai pilar karena mereka adalah generasi yang paling dekat dengan perkembangan teknologi dan media digital, ruang yang sering dimanfaatkan untuk menyebarkan paham ekstrem. 

"Oleh karena itu, peran mereka sebagai agen pencegahan menjadi sangat krusial dalam menghentikan penyebaran ideologi yang berbahaya sejak dini," katanya, saat buka Workshop Pencegahan dan Deteksi Dini Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi Bagi Pemudia Lintas Iman Se Kota Palangka Raya Tahun 2025" di Hotel Aurilla Palangka Raya, pada Jumat, 5 Desember 2025. 

Salah satu kemampuan utama yang harus dimiliki pemuda sebagai agen pencegahan adalah literasi digital. Zaini menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memfilter informasi, mengenali konten berbahaya, dan tidak terjebak oleh narasi yang memecah-belah di media sosial.

Selain literasi digital, Zaini juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan yang kuat pada pemuda. Dengan memahami nilai-nilai persatuan, bhineka tunggal ika, dan sejarah bangsa, pemuda akan memiliki landasan yang kuat untuk menolak ideologi ekstrem yang menentang cita-cita kebangsaan.

Kecakapan mengenali pola penyebaran ideologi ekstrem juga menjadi poin penting yang harus dimiliki pemuda. Zaini menjelaskan bahwa paham ekstrem sering menyebar melalui cara-cara yang samar, seperti memanfaatkan emosi, ketidaktahuan, atau kerentanan individu  sehingga kemampuan mendeteksi pola ini akan mencegah terjadinya radikalisasi.

"Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus mendukung pemuda dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan dan kegiatan yang meningkatkan literasi digital, wawasan kebangsaan, dan kecakapan mendeteksi ideologi ekstrem. Hal ini bertujuan untuk membekali pemuda dengan alat yang tepat dalam menjalankan peran sebagai agen pencegahan," tuturnya.

Menurutnya, ketika pemuda memiliki kemampuan yang cukup, mereka tidak hanya melindungi diri sendiri dari ideologi ekstrem, tetapi juga bisa membimbing teman sebaya dan masyarakat sekitar. Ini akan menciptakan jaringan perlindungan sosial yang kuat yang mampu menahan penyebaran paham yang berbahaya.

"Pemuda adalah harapan masa depan. Dengan menempatkan mereka sebagai pilar strategis agen pencegahan, kita yakin Palangka Raya akan tetap aman dari ideologi ekstrem dan terus berkembang sebagai kota yang harmonis dan penuh semangat," tutup Zaini. (MARINI/y)