BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Marukan mengingatkan agar Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan, bukan bagian dari permasalahan. Anggota Korpri diminta di garda paling depan dalam memecahkan segenap persoalan, khususnya di Lamandau dan persoalan bangsa secara umum saat ini.
Bupati Lamandau, Marukan mengungkapkan hal itu, ketika bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Presiden Joko Widodo, pada peringatan HUT ke-45 Korpri yang digelar Pemkab Lamandau, di Pelataran Kantor Bupati Lamandau, di Nanga Bulik, Selasa (29/11/2016).
Sementara itu, peringatan HUT Korpri 2016 di Pemkab Lamandau berlangsung sederhana, selain dihadiri ratusan pegawai, juga terlihat perwakilan dari SKPD dan FKPD setempat.
Marukan menyebutkan, yang perlu digarisbawahi sebagaimana sebagaimana ditegaskan Presiden, Korpri harus berada di garis terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi dan pungli yang telah menjadi penyakit dan masalah bangsa, serta peningkatan pelayanan publik.
"Untuk hal tersebut, Korpri di Lamandau kami tuntut benar-benar disiplin dan bertanggungjawab, serta terus memotivasi diri untuk meluruskan niat agar pengabdian betul-betul berorientasi kerja," terangnya.
Selebihnya, Marukan juga berharap agar peringatan HUT Korpri ke-45 kali ini dijadikan momentum agar Korpri segara meninggalkan pola pikir masa lalu, seperti halnya ego sektoral, mental priyai, mental penguasa, mental koruptif dan hanya terpaku pada kegiatan formalitas belaka.
"Yang saya inginkan justru Korpri Lamandau ke depan dapat memunculkan ide dan gagasan kreatif, inovatif, produktif serta melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan cekatan," pintanya. (HENDI NURFALAH/N).








