BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Rakhmat Setyadi, menekankan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan kinerja sebagai polisi penolong yang responsif dan cepat.
Pesan ini disampaikan dalam rapat internal yang diadakan untuk menyiapkan penanganan berbagai situasi, termasuk yang berhubungan dengan aktivitas masyarakat.
Menurut Wakapolda Kalteng, peran polisi sebagai penolong sangat krusial dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat.
"Saya menekankan bahwa setiap personel harus siap memberikan bantuan dengan cepat tanpa menunda, sehingga masyarakat merasa aman dan terlayani dengan baik," katanya, Senin, 8 Desember 2025.
Selain menjadi penolong yang responsif, Brigjen Pol Rakhmat Setyadi juga menginginkan jajarannya mampu berperan sebagai mediator ketika terjadi unjuk rasa. Ia menyatakan bahwa unjuk rasa adalah hak warga, namun perlu diarahkan agar berjalan damai dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Sebagai mediator, polisi diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi antara pihak yang mengadakan unjuk rasa dan pihak terkait. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan titik temu dan menyelesaikan masalah secara damai, tanpa harus sampai pada tindakan yang ekstrem atau merusak.
Wakapolda Kalteng juga menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas personel dalam menangani situasi yang sensitif.
Ia meminta agar setiap anggota polisi memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk berkomunikasi dengan baik, mendengar aspirasi, dan menemukan solusi yang memuaskan bagi semua pihak.
Dengan kebijakan ini, Wakapolda Kalteng berharap dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
"Saya yakin bahwa dengan menjadi polisi penolong yang responsif dan mediator yang handal, kepolisian dapat berkontribusi lebih besar dalam menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan sejahtera di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/y)









