KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, M. Wiyatno menegaskan bahwa pembangunan fisik bukanlah satu-satunya tujuan utama pemerintah daerah maupun gereja, melainkan harus sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

Ia mengingatkan agar keberadaan fasilitas keagamaan tidak hanya menjadi simbol kemegahan, tetapi mampu memperkuat karakter umat dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembangunan mental dan hati menjadi landasan penting agar seluruh jemaat, khususnya warga HKBP Abraham Kuala Kapuas, semakin menghayati ajaran Kristiani," ucap Wiyatno

Ia berharap kehadiran fasilitas gereja membantu umat lebih aktif bergereja, memperdalam firman Tuhan, serta menjauhkan diri dari pengaruh negatif seperti narkoba hingga judi online.

Wiyatno juga menekankan bahwa bangunan megah tidak ada artinya tanpa diiringi perilaku, sikap, dan iman para pemeluknya. Ia melihat keberadaan sarana gereja harus mampu mendorong warga untuk semakin dekat dengan Tuhan, lebih rajin beribadah, dan memiliki keteguhan moral dalam bermasyarakat dan berbangsa.

Wiyatno turut menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus membenahi kawasan sekitar, termasuk peningkatan infrastruktur jalan dan penataan lingkungan gereja. Ia menyebut sejumlah ruas jalan di Kota Kuala Kapuas kini telah dilebarkan dan diaspal, serta berharap hasil pembangunan menjadi kebanggaan bersama masyarakat.

Pada momentum tersebut, Bupati Kapuas HM Wiyatno secara resmi meresmikan Gedung Pastori Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Abraham Kuala Kapuas yang berlokasi di Jalan Garuda, Minggu, 7 Desember 2025. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, disaksikan jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat jemaat HKBP.

Acara tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh gereja, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat Batak di Kabupaten Kapuas. Para pemuka agama menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung terlaksananya pembangunan fasilitas gereja bagi warga jemaat. (SABRIANOOR/H)