BORNEONEWS, Sampit - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mencatat pendapatan asli daerah (PAD) hingga awal Desember 2025 sudah terealisasi Rp331 miliar.
"Realisasi PAD di tahun 2025 ini sampai saat ini dari target Rp488,8 miliar, sudah terealisasi Rp331 miliar atau 67,85 persen. Ini terus kita optimalkan," kata Kepala Bapenda Kotim Ramadansyah di Sampit, Kalteng, Senin.
Dia menyebutkan setidaknya ada tiga sumber pendapatan yang menghadapi tantangan dalam pelaksanaan di lapangan, yaitu bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), opsen pajak kendaraan bermotor (PKB), dan opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Berdasarkan dashboard pendapatan Kotawaringin Timur yang dirilis laman resmi Bapenda Kotawaringin Timur, pendapatan dari BPHTB pada 2025 ini ditargetkan Rp86,509 miliar, sedangkan realisasinya baru Rp10,275 miliar atau 11,88 persen.
Sementara itu, pendapatan dari opsen PKB ditarget Rp80,413 miliar dengan realisasi baru Rp42,177 miliar atau 52,45 persen, sedangkan pendapatan dari opsen BBNKB ditarget Rp71,415 miliar dan realisasinya baru Rp38,699 miliar atau 54,19 persen.
Ramadansyah mengatakan realisasi BPHTB belum optimal karena ada kendala sejumlah perusahaan dalam mendapatkan izin hak guna usaha (HGU), padahal BPHTB dari HGU itu masuk dalam penghitungan target oleh Bapenda.
Perusahaan belum mendapatkan surat keputusan (SK) HGU dari Kementerian ATR/BPN. Padahal, seharusnya setelah mendapatkan SK HGU itu, perusahaan wajib membayar BPHTB kepada pemerintah daerah sebagai salah satu syarat agar diterbitkan Sertifikat HGU.
Sayangnya, Kementerian ATR/BPN belum juga mengeluarkan SK HGU, sehingga perusahaan-perusahaan itu juga belum melanjutkan proses perizinan dengan membayar BPHTB untuk selanjutnya bisa mendapatkan sertifikat HGU.
Selain itu, sumber yang juga belum optimal realisasi pendapatannya adalah opsen PKB dan opsen BBNKB.
Untuk mengoptimalkannya, Bapenda terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan semua pemangku kepentingan terkait.
"Itu kendalanya. Kalau sumber pendapatan lainnya Alhamdulillah sudah di atas 100 persen semua. Seperti retribusi PBG-SLF, Alhamdulillah sudah 109 persen, melampaui target," ucapnya.
Ramadansyah belum bisa memastikan apakah kendala optimalisasi pendapatan dari BPHTB ini bisa terjawab.
Namun dia tetap berharap di waktu yang tersisa, ada kabar baik sehingga realisasi PAD Kotawaringin Timur bisa mencapai target.
ANTARA









