BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil bertajuk Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Selasa, 9 Desember 2025.
Kegiatan ini diikuti pelaku usaha serta kelompok pembudidaya ikan kecil dari berbagai kecamatan di Barito Timur, sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan mutu dan daya saing sektor perikanan budidaya.
Melalui penerapan standar CBIB, para pembudidaya diharapkan mampu menghasilkan produk perikanan yang higienis, aman konsumsi, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Ulianto, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam pengembangan sektor perikanan budidaya di daerah.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas para pembudidaya. Dengan memahami dan menerapkan CBIB, hasil budidaya tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan keamanan pangannya,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Wahyu Utomo dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin memaparkan materi teknis yang komprehensif, mulai dari manajemen kualitas air, pengelolaan pakan, pengendalian penyakit ikan, hingga penerapan biosecurity untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit dalam sistem budidaya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknik pemijahan, penebaran benih yang tepat, serta penanganan panen dan pascapanen agar hasil produksi memiliki standar mutu yang tinggi dan bernilai ekonomi lebih baik.
“Budidaya yang baik harus dimulai dari perencanaan yang benar, disiplin dalam penerapan teknis, hingga penanganan hasil panen yang higienis,” jelas Wahyu.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Bidang Perikanan, Noveta Wijanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan usaha para pembudidaya ikan kecil di Barito Timur.
“Kami ingin para pembudidaya semakin siap menghadapi tantangan usaha dan mampu menerapkan standar budidaya yang baik secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









