SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sudah berhari-hari terjadi pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu membuat masyarakat mengeluh, karena mereka terpaksa menggunakan penerangan seadanya saat malam hari, dan tidak bisa menggunakan barang elektronik lainnya yang membutuhkan tenagaa listrik. 

Pemadaman tersebut terjadi karena ada gangguan jaringan, yang saat ini masih menjadi perhatian pihaak PLN.    

Camat Pulau Hanaut  Fahrujiansyah mengungkapkan, tim dari PLN tengah melakukan penelusuran terkait padamnya listrik di wilayahnya selama beberapa hari ini. 

"Kawan-kawan sedang mencoba bertahap pengecekan. Tim masih belum menemukan penyebabnya, segment yang belum ketemu 3 section lagi atau kurang lebih 1-2 kilometer sirkuit (kms)," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Desember 2025.

Padamnya listrik di Kecamatan Pulau Hanaut beberapa hari ini diduga adanya jaringan yang putus. Penelusuran dilakukan sejak kemarin, namun sejak kemarin tim belum dapat menemukan jaringan yang putus. 

"Mereka kelelahan karena kondisi medan yang tidak mendukung. Jaringan PLN kita itu dari Seranau ke Pulau Hanaut itu terbentang di atas hutan dan akses jalan yang sudah tertutup rumput, apalagi sekarang banjir. Jadi cukup sulit untuk dilintasi," terangnya. 

Jaringan listrik putus sehingga menyebabkan pemadaman di wilayah tersebut sering terjadi saat cuaca ekstrim seperti hujan angin. Diduga jaringan tertimpa ranting pohon. 

"Karena melintasi pohon, jadi bisa juga listrik padam itu karena hewan, " imbuhnya. 

Ia menegaskan tim gabungan kembali melanjutkan penelusuran agar jaringan listrik dapat kembali normal. Namun, perlu kesabaran dalam melakukan penelusuran jaringan listrik yang putus pasalnya medan yang sulit. Oleh sebab itu, ia meminta kepada masyarakat setempat untuk  tetap sabar dan memahami kondisi yang sedang dihadapi.

"Kita harap dalam waktu dekat tim bisa menemukan titik putusnya dan memperbaikinya. Semua upaya sedang dilakukan agar listrik bisa segera menyala kembali untuk kenyamanan warga," tambahnya. (DEVIANA/H)