BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban Man Over Board (MOB) yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu di Sungai Desa Balimau, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Baihaqi Saputra dari BPBD Provinsi Kalsel pada 9 Desember 2025 sekitar pukul 18.50 Wita, sehingga memicu pelaksanaan operasi pencarian oleh berbagai unsur terkait.
Operasi SAR memasuki hari kedua pada Rabu, 10 Desember 2025, dimulai dengan briefing kesiapan personel dan alut oleh Tim SAR Gabungan. Pada pukul 07.00 Wita, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan pembagian tugas serta menentukan metode pencarian paling efektif berdasarkan kondisi sungai dan laporan terakhir posisi korban.
"Selang 15 menit kemudian, tim mulai melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan peralatan water rescue. Penyisiran dilakukan sejauh 1 kilometer ke arah hilir dari titik LKP (Last Known Position). Upaya ini dijalankan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan personel serta medan sungai yang cukup dinamis," ungkap Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, Kamis, 11 Desember 2025.
Setelah hampir sepanjang hari melakukan pencarian, pada pukul 18.40 Wita, korban akhirnya ditemukan pada koordinat 3°26'19.34"S – 114°33'50.21"E, berjarak sekitar 1 kilometer dari titik awal dugaan jatuhnya korban. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Korban diketahui bernama Kasmawatu (49), seorang perempuan warga Desa Aluh-aluh Kecil, Kabupaten Banjar. Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban lain yang dilaporkan hilang maupun selamat. Temuan ini sekaligus mengakhiri upaya pencarian yang telah dilakukan sejak laporan pertama diterima.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kansar Banjarmasin dengan lima personel, Polsek Aluh-aluh, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Koramil Aluh-aluh, serta masyarakat setempat. Adapun alut dan peralatan yang digunakan meliputi Rescue Carrier, tiga unit rubber boat beserta mopel, peralatan selam, water rescue, alkom, Aqua Eye, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR dan warga sekitar atas kerja sama yang solid selama proses pencarian dan evakuasi. Ia menegaskan bahwa operasi diusulkan untuk ditutup setelah debriefing pada pukul 19.15 Wita, dan seluruh personel telah kembali ke satuan masing-masing.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas musibah ini," tutupnya. (SABRIANOOR/H)









