BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menegaskan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit melalui program pendidikan dan pelatihan. Program SDM tersebut mencakup bantuan pendidikan berupa beasiswa serta pelatihan bagi pelaku sektor sawit dari hulu hingga hilir.
"Pada tahun 2025, BPDP menyalurkan pendanaan pelatihan kepada 10.786 peserta di berbagai bidang strategis," kata Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah dalam rilisnya pada Senin, 15 Desember 2025.
Sementara itu, program beasiswa diberikan kepada 4.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan pada jenjang vokasi hingga perguruan tinggi.
"Secara kumulatif, sejak 2016 hingga 2024, program beasiswa BPDP telah meluluskan 3.910 mahasiswa," jelasnya.
Adapun jumlah peserta pelatihan tercatat telah melampaui 30.000 orang, mencerminkan besarnya kebutuhan peningkatan kapasitas SDM di sektor kelapa sawit.
BPDP menilai penguatan SDM menjadi kunci utama untuk menjaga produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan industri sawit nasional. Karena itu, kualitas lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan menjadi perhatian utama.
"Upaya ini juga sejalan dengan dorongan pengelolaan sawit berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. Peningkatan kompetensi diharapkan mampu mendorong inovasi serta praktik budidaya yang ramah lingkungan," katanya.
Melalui program SDM, BPDP berharap manfaat sektor sawit dapat dirasakan lebih luas oleh pekebun, tenaga kerja, dan masyarakat di daerah sentra perkebunan. (TESTI PRISCILLA/y)









