TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperketat pengawasan lintas sektor terhadap ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), elpiji 3 kilogram, pelayanan publik, serta peredaran produk pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan terpadu guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan layanan publik berjalan optimal, Rabu, 17 Desember 2025.

Kegiatan pengawasan ini melibatkan unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, perwakilan Kecamatan Dusun Tengah, Kelurahan Tamiang Layang, serta Pemerintah Desa Jaar. Tim gabungan turun langsung ke sejumlah titik strategis, mulai dari SPBU, ritel modern, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

Asisten I Setda Barito Timur Ari Panan P Lelu mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan kebutuhan masyarakat sekaligus kesiapan layanan vital selama momentum Nataru. 

“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan secara umum ketersediaan BBM, elpiji 3 kilogram, listrik, air bersih dan layanan kesehatan dalam kondisi siap. Namun, tetap ditemukan sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam pengecekan di SPBU Longkang, tim mendapati pembelian BBM jenis Pertamax dibatasi maksimal Rp300.000 per kendaraan dengan harga Rp13.050 per liter. Distribusi BBM dilakukan dua hari sekali dengan kapasitas sekitar 8.000 liter, atau tiga hingga empat kali pengiriman dalam sepekan. SPBU tersebut juga tidak melayani pelansir, sementara untuk jenis Pertalite, Dex, dan Bio Solar tidak ditemukan kendala berarti.

Selain sektor energi, tim gabungan turut melakukan inspeksi ke sejumlah gerai ritel modern. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan produk makanan, camilan, susu, dan roti yang telah melewati masa kedaluwarsa, bahkan sebagian berjamur. Produk-produk tersebut langsung diminta untuk ditarik dari rak penjualan. 

“Kami mengimbau pengelola toko agar lebih ketat dalam pengawasan barang, dan masyarakat juga diharapkan lebih teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli,” tegas Ari Panan.

Di bidang pelayanan kesehatan, Puskesmas Pasar Panas dinyatakan siap memberikan layanan selama 24 jam penuh sepanjang periode Nataru.

Sementara itu, PLN ULP Tamiang Layang dan Perumdam Tirta Janang memastikan kesiapan petugas serta sistem penanganan gangguan, termasuk pelayanan air bersih untuk kebutuhan masyarakat pada kegiatan tertentu dengan biaya yang disesuaikan jarak distribusi.

Terkait isu kenaikan harga dan kelangkaan Pertamax di wilayah pelosok, Ari Panan menjelaskan kondisi tersebut dipicu aktivitas pelansir dari Kalimantan Selatan yang masuk ke wilayah perbatasan, seiring kebijakan SPBU Longkang yang tidak melayani pelansir. 

“Akibatnya, harga Pertamax di daerah pedalaman bisa mencapai Rp30.000 per liter. Untuk itu, kami mengusulkan kegiatan lanjutan berupa operasi gabungan Pemda, TNI, dan Polri di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan guna memberikan imbauan agar penjualan BBM dilakukan dengan harga yang wajar,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap, melalui pengawasan terpadu ini, stabilitas pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga, konsumen terlindungi, serta masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman dan penuh ketenangan. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)