BORNEONEWS, Banjarmasin - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banjarmasin melanjutkan Operasi SAR hari kedua (H2) yakni pada Jumat, 26 Desember 2025 terhadap satu orang korban yang diduga menceburkan diri ke laut dari Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra I di perairan Muara Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa informasi kejadian pertama kali diterima dari pihak KSOP Banjarmasin pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.25 WITA. Berdasarkan laporan tersebut, korban diketahui terjatuh ke laut saat kapal berada di sekitar muara Sungai Barito.
“Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan kembali mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk mempercepat proses pencarian korban,” ujar I Putu Sudayana, Jumat pagi.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 03°38.624’ Lintang Selatan dan 114°28.726’ Bujur Timur, dengan jarak sekitar 21 Nautical Mile dari Kantor SAR Banjarmasin. Pada H2, tim melaksanakan briefing pukul 07.00 WITA dan memulai operasi pencarian pada pukul 07.15 WITA.
Penyisiran dilakukan di sekitar Last Known Position (LKP) dengan luas area pencarian mencapai sekitar 4 Nautical Mile persegi. Metode pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan menggunakan KN SAR Laksmana serta peralatan water rescue guna memaksimalkan peluang menemukan korban.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi 15 personel dari Kantor SAR Banjarmasin, satu personel dari Lanal Banjarmasin, serta tiga personel dari Ditpolair. Seluruh unsur bekerja secara terpadu sesuai dengan pembagian sektor pencarian yang telah ditetapkan.
“Kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah berawan dan cukup mendukung kegiatan operasi. Hingga saat ini korban masih dalam status dalam pencarian, dan apabila ditemukan akan segera dievakuasi sesuai prosedur,” tegas I Putu Sudayana. Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi laut untuk selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan. (SABRIANOOR/H)









