TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur secara resmi membuka sayembara penentuan nama dan lambang Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang akan dibentuk di wilayah setempat.

Sayembara ini dibuka untuk masyarakat Barito Timur sebagai bentuk pelibatan publik dalam memperkuat identitas satuan strategis di bidang ketahanan pangan.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat Bupati Barito Timur Nomor 130/186/PEM/XII/2025, yang merupakan tindak lanjut dari permohonan Komandan Kodim 1012/Buntok terkait penamaan Yonif TP yang akan beroperasi di Barito Timur.

Bupati Barito Timur menegaskan, sayembara ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk menghadirkan identitas satuan yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan semangat kebangsaan.

“Kami ingin nama dan lambang satuan ini lahir dari pemikiran masyarakat Barito Timur sendiri, yang mencerminkan kearifan lokal, semangat ketahanan pangan, serta jati diri daerah,” ujar Bupati Barito Timur dalam keterangannya, Jumat, 26 Desember 2025.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar satuan yang dibentuk memiliki kedekatan emosional dengan daerah tempatnya bertugas.

“Ketahanan pangan adalah urusan strategis. Karena itu, identitas satuannya juga harus kuat, bermakna, dan membangkitkan rasa memiliki bagi masyarakat,” katanya.

Sayembara ini terbuka bagi perorangan maupun kelompok masyarakat yang memiliki KTP Barito Timur dan berusia minimal 16 tahun.

Peserta diminta mengajukan usulan nama dan desain lambang yang mencerminkan nilai ketahanan pangan, unsur TNI Angkatan Darat, serta kearifan lokal daerah. Karya yang dilombakan juga harus dilengkapi dengan penjelasan makna dan filosofi.

Bupati menekankan bahwa nama yang diusulkan tidak diperkenankan menggunakan nama tokoh atau pahlawan daerah, serta tidak boleh menyerupai nama maupun lambang satuan lain yang sudah ada.

“Kami berharap masyarakat benar-benar menggali nilai lokal, bahasa daerah, dan simbol-simbol khas Barito Timur, sehingga lahir nama dan lambang yang orisinal dan bermartabat,” tegasnya.

Pelaksanaan sayembara berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026. Seluruh karya diserahkan langsung ke Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Barito Timur pada jam kerja. 

Nantinya, tiga karya terbaik akan diseleksi oleh tim penilai yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan unsur pemerintah daerah untuk kemudian disampaikan kepada Pangdam XXII/Tambun Bungai.

“Keputusan tim penilai bersifat final dan mengikat. Kami mengajak masyarakat Barito Timur untuk berpartisipasi aktif dan menjadikan sayembara ini sebagai wujud kontribusi nyata bagi daerah,” tutup Bupati. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)