KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mencatat sebanyak 122 kejadian bencana terjadi sepanjang tahun 2025. Data tersebut dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kapuas selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025, mencakup bencana alam, nonalam, serta musibah lainnya.

Dari total kejadian tersebut, bencana yang paling mendominasi adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan jumlah 59 kejadian, disusul kebakaran permukiman sebanyak 48 kejadian. Selain itu, tercatat pula puting beliung 7 kejadian, banjir 4 kejadian, orang tenggelam 4 kejadian, serta orang hilang 2 kejadian.

Bencana-bencana tersebut berdampak signifikan terhadap masyarakat. BPBD Kapuas mencatat sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka-luka akibat berbagai kejadian bencana sepanjang tahun 2025. Dampak sosial juga cukup besar dengan 27.630 kepala keluarga (KK) terdampak dan total 71.016 jiwa merasakan langsung dampak bencana.

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum juga terjadi di sejumlah wilayah. Data BPBD Kapuas menunjukkan adanya rumah warga yang rusak berat, sedang, hingga ringan, serta kerusakan pada fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, perkantoran, dan aset publik lainnya akibat bencana yang melanda.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menyampaikan bahwa tingginya angka kejadian bencana menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

“Data ini menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi bencana di Kabupaten Kapuas,” ucapnya kepada Borneonews, Jumat, 2 Januari 2026.

Ia menambahkan, BPBD Kapuas terus berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengoptimalkan peran masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan bencana. Edukasi dan sosialisasi kebencanaan dinilai penting untuk menekan risiko dan dampak bencana di masa mendatang.

Dengan adanya data kejadian bencana tahun 2025 ini, BPBD Kapuas berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi potensi karhutla dan kebakaran permukiman yang masih menjadi ancaman utama. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan potensi bencana di wilayah masing-masing. (SABRIANOOR/y)