BORNEONEWS, Sampit – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kotim disambut antusias warga.
Kegiatan yang berlangsung di Stadion 29 November Sampit, Rabu, 7 Januari 2026 ini dinilai sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Saya sengaja datang ke stadion untuk belanja di pasar murah ini. Harganya memang lebih rendah dari pasar. Tadi saya beli beras, bawang merah, bawang putih, dan telur,” ujar Vita, salah satu warga yang ikut berbelanja.
Sejak dibuka, tenda-tenda penjualan GPM langsung dipadati pengunjung. Warga, yang mayoritas ibu rumah tangga, rela mengantre dan berdesakan demi mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Analis Ketahanan Pangan DPKP Kotim, Mira Septiasari menjelaskan, GPM merupakan bentuk partisipasi DPKP Kotim dalam memeriahkan HUT ke-73 Kotim sekaligus upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Seluruh komoditas yang dijual dalam GPM ini mendapat subsidi dari APBD DPKP Kotim, sehingga harga jual ke masyarakat lebih rendah dari harga pasar.
Beras, misalnya, disubsidi Rp2.400 per kilogram sehingga dijual seharga Rp11.600 per kilogram. Minyak goreng mendapat subsidi Rp1.000 menjadi Rp14.000 per liter, sementara gula pasir disubsidi Rp1.000 sehingga dijual Rp15.000 per kilogram.
Untuk telur ayam disubsidi Rp5.000 per sap, jadi harganya Rp50.000. Bawang merah disubsidi Rp5.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, dan bawang putih disubsidi Rp3.000 sehingga harganya Rp27.000 per kilogram.
Mira menambahkan, dalam setiap pelaksanaan GPM, DPKP Kotim menyediakan sekitar 11,5 ton beras per hari. Selain itu, juga disiapkan telur ayam sebanyak 70 sap, bawang merah 75 kilogram, bawang putih 50 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta minyak goreng sebanyak 30 dus.
“Untuk kegiatan hari ini, total beras yang kami sediakan mencapai 11,5 ton. Stok komoditas lain juga kami siapkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, GPM akan dilaksanakan selama rangkaian Sampit Expo 2026 dalam rangka HUT ke-73 Kotim. Namun, pada hari terakhir expo, DPKP Kotim tidak membuka GPM karena mengikuti kegiatan penutupan.
“Kami berharap melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat bisa terbantu dengan mendapatkan bahan pangan murah dan berkualitas,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









