BORNEONEWS, Palangka Raya - Dua komoditas mencuat sebagai penyumbang utama inflasi di Kalimantan Tengah pada Desember 2025: cabai rawit dan emas perhiasan. Keduanya memberikan andil signifikan terhadap kenaikan harga di seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi ini.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa kedua komoditas tersebut menjadi faktor dominan dalam inflasi bulanan.
“Komoditas emas perhiasan dan cabai rawit menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota IHK,” ungkapnya dalam keterangan resmi, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Tingginya curah hujan selama Desember menyebabkan penurunan hasil produksi di tingkat petani, sehingga pasokan ke pasar menjadi terbatas dan harga melonjak.
Sementara itu, emas perhiasan mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun. Tradisi pemberian hadiah dan perayaan Nataru turut mendorong konsumsi barang-barang mewah, termasuk perhiasan emas, yang akhirnya berdampak pada inflasi.
Agnes juga menyoroti dampak dari peringatan Haul Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan yang menyebabkan terganggunya distribusi barang ke Kalimantan Tengah. Hal ini memperparah keterbatasan pasokan, termasuk untuk komoditas pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Dengan kondisi tersebut, BPS mengingatkan pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi dan pemantauan distribusi barang agar gejolak harga dapat dikendalikan. Masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan mengantisipasi potensi kenaikan harga pada awal tahun. (TESTI PRISCILLA/H)









