SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat luas areal tanaman perkebunan kopi di daerah ini pada tahun 2024 mencapai 282,36 hektar.

"Data tersebut mencakup kebun yang berada di Perkebunan Besar Negara, perkebunan swasta, serta kebun rakyat," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, Senin, 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, luasan tersebut meliputi berbagai jenis kepemilikan, mulai dari perkebunan besar negara, swasta, hingga rakyat.

Ia menambahkan bahwa dari luas areal tersebut, produksi kopi Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebesar 93,61 ton pada tahun yang sama.

“Produksi kopi dari luas lahan tersebut mencapai 93,61 ton pada 2024, menunjukkan hasil yang menggembirakan bagi sektor perkebunan kopi di Kotim,” ujar Eddy.

Pencapaian ini menjadi indikasi bahwa sektor perkebunan kopi mulai menunjukkan perkembangan positif di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit dan komoditas lain di Kotim. Keberadaan kopi sebagai komoditas perkebunan turut memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di wilayah ini.

Data dari BPS ini penting sebagai acuan pengembangan strategi pembinaan dan peningkatan produktivitas kopi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani kopi di Kotim. 

Ditambah lagi, tren mengopi di generasi Z di Kabupaten Kotawaringin Timur cukup tinggi. Sehingga budidaya kopi menjadi peluang usaha yang baik bagi masyarakat. (DEVIANA/y)