KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Wakil Bupati Kapuas Dodo, menyampaikan gambaran umum potensi wilayah pertanian Kabupaten Kapuas saat Rapat Koordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu, 21 Januari 2026.

Sambutan tersebut disampaikan mewakili Bupati Kapuas di hadapan jajaran Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan sektor pangan Kalimantan Tengah.

Dalam pemaparannya, Wabup menjelaskan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki 17 kecamatan dengan karakteristik wilayah yang beragam. Dari jumlah tersebut, terdapat 12 kecamatan wilayah pasang surut yang menjadi sentra utama produksi tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.

Sementara itu, lima kecamatan lainnya merupakan wilayah non pasang surut yang dikembangkan sebagai kawasan perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Pembagian kawasan ini, menurut Wabup, menjadi kekuatan strategis Kabupaten Kapuas dalam menopang ketahanan pangan daerah.

"Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kapuas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat agar potensi lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan," ucap Wabup.

Wabup Dodo juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas wilayah, baik antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga unsur TNI dan lembaga teknis lainnya dalam mendukung percepatan tanam dan peningkatan produksi.

Menurutnya, dengan perencanaan yang matang dan dukungan kebijakan yang tepat, Kabupaten Kapuas memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Tengah. (SABRIANOOR/H)